Sabtu, 19 Mei 2012

ANDAI HATI TAHU SIAPA? (PART 1)



entah harus bagaimana aku gambarkan rasa kecewaku ini terhadapnya, mungkin terlalu sakit untuk aku terus mengenang sosok yang sempat menempati terlung terdalam hati ini.
banyak hal yang sudah aku bayangkan dan impikan bersamanya, disusun satu persatu dijaga setiap waktu. tapi dengan mudahnya dia hancurkan semua itu menjadi puing-puing yang tak bisa lagi disusun walau seribu cara dirangkaikan.
ku helakan nafas panjang setiap aku mengingat semua yang telah dilewati selama tiga tahun. tak mulus memang, beberapa kali tikungan tajam nan berduri singgahi hubungan kami. beberapa kali dia menjalin hubungan dengan beberapa wanita disekolah. mulai dari sahabat kita sndiri hingga pelacur kecil itu di pacari juga.
rasa kecewa saat itu masih bisa aku sembuhkan karena aku selalu yakin saat itu dengan adanya keajaiban. keajaiban yang bisa merubah sikap dia, dan tak perlu waktu lama. dia pun bisa kembali kekehidupanku dan mau berubah.
namun waktu tiga tahun tak cukup lama untuk kita lewati, kelulusan pun tiba singgahi siswa-siswi SMA. bagai dua sisi mata uang, di stu sisi aku harus mengejar masa depan ku di satu sisi pikiranku kian goyah. dia kian berubah dan menjauh dari kehidupanku. kian aku sadari dan tatap semua kisah ini, aku putuskan tak mungkin lagi aku bisa bertahan dngan semua yang ada. aku putuskan untuk melupan semua, melupakan kenangan yang terindah bersamanya. walau tak semudah membalikan telapan tangan.....
terpuruk aku dibuatnya namun aku coba sibukan diri dengan statusku yang baru, pegawai....
ku jalani semuanya seiring perjalanan hidup ini membawa aku hingga titik mana semua akan berlabuh.

satu tahun semua berlalu, aku bertemu dengan seseorang yang mau menerima kondisiku yang seperti ini adanya. dia banyak membimbingku tuk menjadi lebih dewasa, dia membuai indahnya rasa yang dulu pernah ada untuk nya. dua tahun aku jalani semuanya bersama dia, banyak hal yang berubah dari hidupku. mulai dari cara pandang tentang hidup yang benar tentang menjaga kesucian diri semuanya luntur. ku pasrahkan semuanya yang ada di hidup ku kepadanya. kesucian yang aku jaga harga diri yang aku bangun, luluhlantak aku pasrahkan padanya.
"apa yang udah kita lakuin ini bey?"
"ya ini, seperti ini..."
"kamu gak sayang sama aku, kamu udah hancurin semua yang aku jaga yang aku bina selama ini"
"maafin aku gak bisa membentengi hawa nafsu, aku nyesel yank"
"aku takut... aku takut..."
dia pun memeluk erat tubuhku sambil menenangkan perasaan ku

dua tahun kami jalani hubungan yang tak wajar sudah selayaknya suami istri, hingga aku penuhi kebutuhan di hudupnya.walau aku tahu walau aku sadari dia tak hanya dengan ku menjalani hubungan ini. selama dua tahun denganku tak kurang dari lima orang wanita lainnya menjalin hubungan bersamanya. sakit sejujurnya aku akui sangat tersiksa aku jalani semua ini. namun sangat sulit bagi ku untuk pergi jauh dan melepaskannya. harga diriku hancur dunia ku runtuh karenanya. yang paling menyakitkan dia melepaskan aku begitu saja tanpa menoleh sedikitpun terhadapku dan memilih wanita kaya itu. aku akui aku wanita biasa yang tak sekaya dia tapi aku punya rasa yang tulus untuknya.
berat badan ku derastis turun dan kehidupanku pun kacau di buatnya. pekerjaan ku terbengkalai, semuanya jadi tak sesuai. baru aku sadari aku terperangkap dalam dunia setan, penjajah hawa nafsu...
"maaf gw pilih dia ketimbang loe"
"maksud kamu apa? setelah semua yang udah kamu lakuin ke aku kamu dengan mudahnya lakuin semua ini ke aku bey"
"dia kaya dia masih perawan, gak kaya loe"
cukup tamparan dimukanya yang aku jadikan sebagai jawaban dan ucapan selamat tinggal

lima bulan aku coba bangun kepercayaan diriku lagi, ku buka pintu hatiku lagi. ku jalani semuanya seperti diawal aku jalani hidup ini. sulit memang dan tak sesuai dengan apa yang aku rasakan diawal banyak yang berubah....
tapi aku harus bisa jalani semuanya tanpa dia dan aku harus bisa menjadi diriku lagi yang seperti dulu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar